Selasa, 06 Desember 2011

Media Pembelajaran Berbasis TIK

A. Media Pembelajaran Berbasis TIK
            Istilah TI ( Teknologi Informasi  ) lahir pada abad ke-20 yang diawali terbentuknya masyarakat informasi. Istilah TI yang menggunakan kata informasi pada dasarnya sangat berkaitan dengan istilah TK ( Teknologi Komunikasi ) yang dikenal lebih dulu. Kita melihat ada komunikasi yang berfungsi menyalurkan informasi, ada pula teknologi yang berfungsi sebagai pengolah informasi dan ada pula teknologi yang berfungsi menyimpan dan mengolah informasi. Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies ( ICT ) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.[1] 
            Menurut Puskur Diknas Indonesia, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
a. Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan   proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi dan pengelolaan informasi.
b. Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke yang lainnya.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer atau pemindahan informasi antar media. 
Menurut Susanto ( 2002 ) informasi merupakan hasil dari pengolahan data namun tidak semua hasil dari pengolahan tersebut dapat menjadi informasi. Jadi pengertian TIK adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk mentransfer data baik itu untuk memperoleh suatu data atau informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.[2]
            Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada hakikatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kenyataan menunjukkan TIK telah membawa perubahan penting dalam perkembangan peradaban dunia terutama ekonomi.
            Dari berbagai peranan TIK salah satunya yaitu dalam bidang pendidikan. Pendidikan yang menggunakan sarana TIK terutama internet biasa disebut e-education. Perkembangan TIK di bidang pendidikan memungkinkan adanya sistem belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan mahasiswa dengan dosennya. Melihat mahasiswa secara online, mengecek keuangan, mengecek jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen. Sistem pendidikan TIK terbukti telah berhasil menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan nilai rata-rata ujian.
1. Manfaat TIK dalam bidang pendidikan antara lain :
a)      Berbagi hasil penelitian.
b)      Konsultasi dengan pakar
c)      Perpustakaan online
d)     Diskusi online
e)      Kelas online
2. Keuntungan pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan bagi pelajar antara lain:
a.       Dapat mengakses informasi-informasi hasil penelitian orang lain
b.      Memperoleh sumber ilmu pengetahuan dengan mudah
c.       Akses ke para ahli lebih mudah karena tidak dibatasi jarak dan waktu
d.      Materi pelajaran dapat disampaikan interaktif dan menarik
e.       Melalui belajar jarak jauh dapat menghemat biaya dan waktu.
3. Keuntungan pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan bagi penyelenggara pendidikan antara lain :
a.       Dapat berbagi hasil penelitian dengan lembaga pendidikan lain
b.      Dapat memberi layanan lebih baik ke peserta didik
c.       Dapat menjangkau peserta didik yang tempatnya sangat jauh
d.      Melalui perpustakaan online, dapat menekan biaya untuk menyediakan buku
e.       Dapat saling berbagi sumber ilmu dengan institusi lain.[3]
Dengan adanya pembelajaran berbasis TIK tersebut, memungkinkan agar peserta didik belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya dalam memahami pengetehuan dan informasi yang ditayangkan. Penggunaan media pembelajaran yang berbasis TIK merupakan hal yang tidak mudah. Dalam menggunakan media tersebut harus memperhatikan beberapa teknik agar media yang dipergunakan itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak menyimpang dari tujuan tersebut, dalam hal ini media yang digunakan adalah komputer dan LCD proyektor.
Penggunaan TIK dalam proses belajar membuat mahasiswa dapat melakukan control terhadap aktifitas belajarnya. Penggunaan TIK dalam lembaga pendidikan jarak jauh memberikan keleluasaan terhadap mahasiswa untuk menentukan kecepatan belajar dan memilih urutan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan. 
Banyak yang telah mengklaim bahwa perangkat komputer multimedia berikut piranti lunaknya sebagai salah satu produk TIK menjanjikan kegiatan yang cukup interaktif dan menyenangkan bagi peserta didik karena alat tersebut tidak hanya mampu menampilkan teks, tapi juga gambar, suara, grafik, animasi, dan rekaman video. Bahkan dengan koneksi di internet, interaksi dapat menjadi nyata yang tentunya membawa pengalaman nyata pula bagi peserta didik. Interaksi lewat internet tersebut dapat bersifat sinkronos atau asinkronos.[4]
Penggunaan Jaringan Komputer untuk Pembelajaran
            Komputer merupakan jenis media yang secara virtual dapat menyediakan respon yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh siswa. Lebih dari itu, computer memiliki kemampuan menyimpan dan memanipulasi informasi sesuai dengan kebutuhan. 
            Multimedia berbasis komputer dapat pula dimanfaatkan sebagai sarana dalam melakukan simulasi untuk melatih keterampilan dan kompetensi tertentu. Misalnya, tampilan multimedia dalam bentuk animasi yang memungkinkan dapat dilakukannya berbagai percobaan tanpa harus berada di laboraturium. Perkembangan teknologi komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network) yang dapat memberi kemungkinan bagi siswa untuk berinteraksi dengan sumber belajar secara luas. Jaringan computer berupa Internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan yang aktual dalam berbagai bidang studi.
            Beberapa bentuk penggunaan komputer sebagai media yang dapat digunakan dalam pembelajaran meliputi :
a. Penggunaan Multimedia Presentasi
Multimedia presentasi digunakan untuk menjelaskan materi-materi yang sifatnya teoritis, digunakan dalam pembelajaran klasikal dengan kelompok besar. Untuk kebutuhan presentasi, multimedia ini cukup efektif sebab dapat menggunakan proyektor yang memiliki jangkauan pancar yang cukup besar. Kelebihan multimedia ini adalah dapat menggabungkan semua unsur media, seperti teks, video, animasi, image, grafik dan sound menjadi satu kesatuan penyajian, sehingga mengakomodasi sesuai dengan modalitas belajar siswa. Program ini dapat mengakomodasi siswa yang memiliki tipe visual, auditif, maupun kinestesis. Saat ini teknologi pada bidang rekayasa computer menggantikan peranan alat presentasi pada masa sebelumnya, seperti slide, OHT, opaque projector, dan lain sebagainya. Berbagai perangkat lunak yang menyertai computer dikembangkan sehingga penampilan presentasi lebih baik dan lebih menarik, misalnya Microsoft Power Point yang dikembangkan oleh Microsoft inc” Corel presentation yang dikembangkan oleh Coral inc”.[5]
b. CD Multimedia Interaktif
CD interaktif dapat digunakan pada berbagai jenjang pendidikan dan berbagai bidang studi. Sifat media ini selain interaktif juga bersifat multimedia terdapat unsur-unsur media secara lengkap yang meliputi sound, animasi, video, teks, dan grafis. Beberapa model multimedia inetraktif diantaranya:
Ø  Model Drill: drills dalam CBI pada dasarnya merupakan salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret melalui penciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya.
Ø  Model Tutorial: model tutorial merupakan program pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan perangkat lunak berupa program computer yang berisi materi pelajaran. Model tutor ini menggunakan CAI. CAI (Computer– Assisted Intruction) Yaitu penggunaan computer secara langsung dengan siswa untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. CAI juga bermacam-macam bentuknya, bisa berbentuk permainan (games), mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian dikonkretkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan.
Ø  Model Simulasi: model simulasi merupakan salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret melalui penciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya.
Ø  Model Games: model game atau model permainan, dikembangkan berdasarkan atas “pembelajaran menyenangkan”, dimana peserta didik akan dihadapkan pada beberapa petunjuk dan aturan permainan.
Kelebihan lain dari CD interaktif adalah siswa dapat belajar secara mandiri, tidak harus tergantung kepada guru atau instruktur. Siswa dapat memulai belajar kapan saja dan dapat mengakhiri sesuai dengan keinginannya.[6]
c. Pemanfaatan Internet
Internet (interconnection and networking) adalah jaringan informasi global yang mulai diluncurkan pertama kali oleh J.C.R. Licklider dari MIT (Massachusetts Institute Technology) pada bulan Agustus 1962.
Pemanfaatan Internet sebagai media pembelajaran mengondisikan siswa untuk belajar secara mandiri. Para siswa dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakaan, museum, database, dan mendapatkan sumber primer tentang berbagai peristiwa sejarah, biografi, rekaman, data statistik. Informasi yang diberikan server-computers itu dapat berasal dari commercial businesses (.com), government services (.gov), nonprofit organization (.org), educational institutions (.edu), atau artistic and cultural groups (.arts).
Siswa dapat berperan sebagai seorang peneliti, menjadi seorang analis, tidak hanya berperan sebagai konsumen informasi saja. Mereka menganalisis informasi yang relevan dengan tujuan pembelajaran. Siswa dan guru tidak perlu hadir secara fisik dikelas (classroom meeting), karena siswa dapat mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran serta ujian dengan cara mengakses jaringan computer yang telah ditetapkan secara online. Siswa juga dapat belajar bekerja sama (collaborative) satu sam lain. Mereka dapat saling berkirim e-mail (electronic mail) untuk mendiskusikan bahan ajar. Kemudian, selain mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru, siswa dapat berkomunikasi dengan teman sekelasnya.
Pemakaian Komputer dalam kegiatan Pembelajaran
Untuk tujuan Kognitif
Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep atiran, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Computer juga dapat menjelaskan konsep tersebut secara sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan, sehingga cocok untuk jegiatan pembelajaran mandiri.
Untuk Tujuan Psikomotor
Dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games dan simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain: simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dan sebagainya.
Untuk Tujuan Afektif
Bila program didesain  secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap atau afektif pun dapat dilakukan dengan media computer.[7]
B. Kreatifitas Siswa
            Media pembelajaran berbasis ICT sangat erat kaitannya dengan kreatifitas anak, dan anak yang mempunyai kreatifitas tentunya anak yang perkembangannya baik dan mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik pula. Mereka tidak ingin mempermasalahkan berlarut-larut dan secepatnya diselesaikan. Siswa yang mempunyai kreatifitas tinggi tentunya akan mampu menyelesaikan permasalahn dengan cepat dan tanggap terhadap permasalahan yang muncul. Sedangkan siswa yang berkreatifitas rendah terlihat kurang menanggapi permasalahan dalam pembelajaran. Siswa yang kurang kreatifitas tidak akan bisa dengan cepat menyelesaikan tugas, dan apabila kesulitan dalam membuat tugas siswa tersebut terlambat reaksinya untuk bertanya kepada orang lain.
            Pemanfaatan media berbasis ICT terkadang diselewengkan oleh beberapa peserta didik. Akan tetapi, hal ini bisa diminimalisir dengan adanya controlling yang optimal baik oleh kalangan pendidik ataupun tenaga kependidikan. Beberapa kasus yang terjadi di berbagai sekolah disebutkan, bahwa terkadang pendidik kurang mengetahui secara mendalam materi yang akan disampaikan dalam pembelajaran dari pada peserta didik. Hal ini dikarenakan akses informasi yang terkadang kurang dimanfaatkan oleh pendidik. Dalam hal ini bisa berdampak pada keefektifan dalam proses pembelajaran, akibatnya peserta didik merasa malas karena materi yang disampaikan sudah diketahui sebelumnya oleh peserta didik. Oleh karena itu, pendidikan berbasis ICT akan sangat bermanfaat sekali dalam proses pembelajaran sehingga mampu untuk meningkatkan kreatifitas peserta didik, memajukan perkembangan IPTEK sehingga baik pendidik maupun peserta didik mampu mendapatkan informasi-informasi yang di inginkan sesuai dengan perkembangan belajarnya masing-masing.













| Free Bussines? |

read more..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar