Senin, 26 Desember 2011

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
            Dinasti Bani Abbasiyah merupakan dinasti yang melanjutkan dari dinasti Bani Umayyah. Masa pemerintahan Bani Abbasiyyah dibagi menjadi lima periode. Pada periode pertama, Bani Abbasiyyah mencapai masa keemasannya. Secara politis, para khalifah betul-betul yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama. Namun setelah periode pertama berakhir, pemerintahan Bani Abbas mulai mengalami penurunan. Hingga pada periode kelima dinasti Bani Abbas mengalami kemunduran.
            Meskipun paparan ini terbatas namun diharapkan tidak akan mengurangi maksud dan tujuannya sebagai pembekalan wawsan historis terhadap setiap calon tenaga kependidikan.

B. Perumusan Masalah
            Adapun yang menjadi pokok permasalahan dari latar belakang diatas adalah sebab-sebab kemunduran pemerintahan pemerintahan Bani Abbasiyah.

C. Tujuan
            Adapun tujuannya ialah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kemunduran Bani Abbasiyyah.






BAB II
PEMBAHASAN

A. Sebab-sebab Kemunduran Pemerintahan Bani Abbasiyah
            Berakhirnya kekuasaan dinasti Seljuk atas Baghdad atau khilafah Abbasiyah merupakan awal dari periode kelima. Pada periode kelima, khalifah Abbasiyah tidak lagi berada di bawah kekuasaan suatu dinasti tertentu, walaupun banyak sekali dinasti Islam berdiri. Ada diantaranya yang cukup besar, namun yang terbanyak adalah dinasti kecil. Para khalifah Abbasiyah, sudah merdeka dan berkuasa kembali, tetapi hanya di Baghdad dan sekitarnya. Wilayah kekuasaan khalifah yang sempit ini menunjukkan kelemahan politiknya. Pada masa inilah tentara Mongol dan Tatar menyerang Baghdad. Baghdad dapat direbut dan dihancurluluhkan tanpa perlawanan yang berarti. Kehancuran Baghdad akibat serangan tentara Mongol ini adalah awal babak baru dalam sejarah Islam, yang disebut masa pertengahan.
            Sebagaimana telihat dalam periodisasi khilafah Abbasiyah, masa kemunduran dimulai sejak periode kedua. Namun demikian, faktor-faktor penyebab kemunduran itu tidak dating secara tiba-tiba. Benih-benihnya sudah terlihat pada periode pertama, hanya karena khalifah pada periode ini sangat kuat, benih-benih itu tidak dapat berkembang. Dalam sejarah kekuasaan Bani Abbas terlihat bahwa apabila khalifah kuat, para menteri cenderung berperan sebagai kepala pegawai sipil, tetapi jika khalifah lemah, mereka akan berkuasa mengatur roda pemerintahan.
            Disamping kelemahan khalifah, banyak faktor lain yang menyebabkan khilafah Abbasiyah menjadi mundur, masing-masing faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :


1. Persaingan Antar bangsa
Khilafah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbas yang bersekutu dengan orang-orang Persia. Persekutuan dilatarbelakangi oleh persamaan nasib kedua golongan itu pada masa Bani Umayyah berkuasa. Keduanya sama-sama tertindas. Setelah khilafah Abbasiyah berdiri, dinasti Bani Abbas tetap mempertahankan persekutuan itu.
Menurut Stryzewska, ada dua sebab dinasti Bani Abbas memilih orang-orang Persia dari pada orang-orang Arab.  
1.      Sulit bagi orang-orang Arab untuk melupakan Bani Umayyah.
2.      Orang-orang Arab sendiri terpecah belah dengan adanya ‘ashabiyyah kesukuan.
Wilayah kekuasaan Abbasiyah pada periode pertama sangat luas, meliputi berbagai bangsa yang berbeda, seperti Maroko, Mesir, Syria, Irak, Persia, Turki, dan India. Mereka disatukan dengan bangsa Semit. Kecuali Islam, pada waktu itu tidak ada kesadaran yang merajut elemen-elemen yang bermacam-macam tersebut dengan kuat. Akibatnya, disamping fanatisme bangsa-bangsa lain yang melahirkan gerakan syu’ubiyah.
            Fanatisme kebangsaan ini tampaknya dibiarkan berkembang oleh penguasa. Sementara itu, para khalifah menjalankan sistem perbudakan baru. Budak-budak bangsa Persia atau Turki dijadikan pegawai dan tentara. Mereka diberi nasab dinasti dan mendapat gaji. Oleh bani Abbas, mereka dianggap sebagai hamba. Sistem perbudakan ini telah mempertinggi pengaruh bangsa Persia dan Turki. Karena jumlah kekuatan mereka yang besar, mereka merasa bahwa negara adalah milik mereka, mereka mempunyai kekuasaan atas rakyat berdasarkan kekuasaan khalifah.
            Kecenderungan masing-masing bangsa untuk mendominasi kekuasaan sudah dirasakan sejak awal khalifah Abbasiyah berdiri. Akan tetapi, karena para khalifah adalah orang-orang kuat yang mampu menjaga keseimbangan kekuatan, stabilitas politik dapat terjaga. Setelah Al-Mutawakkil, seorang khalifah yang lemah naik tahta, dominasi tentara Turki tak terbendung lagi. Sejak itu kekuasaan Bani Abbas sebenarnya sudah berakhir. Kekuasaan berada di tangan orang-orang Turki. Posisi ini kemudian direbut oleh Bani Buwaih, bangsa Persia, pada periode ketiga, dan selanjutnya beralih kepada dinasti Seljuk pada periode keempat.
2. Kemerosotan Ekonomi
            Khilafah Abbasiyah juga mengalami kemunduran dibidang ekonomi bersamaan dengan kemunduran di bidang poliik. Pada periode pertama, pemerintahan Bani Abbas merupakan pemerintahan yang kaya. Dana yang masuk lebih besar dari yang keluar, sehingga Bait al-mal penuh dngan harta. Pertambahan dana yang besar diperoleh antara lain dari al-kharaj, semacam pajak hasil bumi.
            Setelah khilafah memasuki periode kemunduran, pendapatan Negara menurun, sementara pengeluaran meningkat lebih besar. Menurutnya pendapatan Negara itu disebabkan oleh makin menyempitnya wilayah kekuasaan, banyaknya terjadi kerusuhan yang menggangu perekonomian rakyat, diperingannya pajak, dan banyaknya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dan tidak lagi membayar upeti. Sedangkan, pengeluaran membengkak antara lain disebabkan oleh kehidupan para khalifah dan pejabat semakin mewah, jenis pengeluaran semakin beragam, dan para pejabat melakukan korupsi.
3. Konflik Keagamaan
            Fanatisme keagamaan berkaitan dengan persoalan kebangsaan. Karena cita-cita orang Persia tidak sepenuhnya tercapai, kekecewaan mendorong sebagian mereka mempropagandakan ajaran Manuisme, Zoroasterisme, dan Mazdakisme. Munculnya gerakan yang dikenal dengan gerakan Ziniq ini menggoda rasa keimanan para khalifah. Al-Mansur berusaha keras memberantasnya. Al-Mahdi bahkan merasa perlu mendirikan jawatan khusus untuk mengawasi oang-orang Zindiq dan melakukan mihnah dengan tujuan memberantas bidah. Akan tetapi, semua itu tidak menghentikan kegiatan mereka. Konflik antara kaum beriman dengan golongan Zindiq berlanjut mulai dari bentuk yang sangat sederhana seperti, polemic tentara ajaran, sampai kepada konflik bersenjata yang menumpahkan darah di kedua belah pihak. Gerakan Al-Afsyin dan Qaramithah adalah contoh konflik bersenjata itu.
            Konflik yang dilatarbelakangi agama tidak terbatas pada konflik antara muslim Zindiq atau Ahlussunnah dengan Syi’ah saja, tetapi juga antara aliran dalam Islam. Mu’tazilah yang cenderung rasional dituduh sebagai pembuat bidah oleh golongan Salaf. Perselisihan antara golongan ini dipertajam oleh Al-Ma’mun, khalifah ketujuh dinasti Abbasiyah (847-833), aliran Mu’tazilah dibatalkan sebagai aliran Negara dan golongan Salaf kembali naik daun.
            Aliran Mu’tazilah bangkit kembali pada masa dinasti Buwaih. bangkit kembali  pada masa dinasti buwaih. Namun, pada dinasti Seljuk yang menganut aliran asy’ariyyah, penyingkiran golongan mu’tazilah mulai dilakukan secara sistematis. Dengan  dukungan penguasa aliran asy’ariyyah tumbuh subur dan Berjaya. Pikiran-pikiran al-Ghazali yang mendukung aliran ini menjadi ciri utama paham ahlussunah. Pemikiran-pemikran tersebut mempunyai efek yang tidak menguntungkan bagi pengemabangan kreativitas intelektual islam,konon sampai sekarang.
4. Ancaman dari luar
            Apa yang disebutkan diatas adalah faktor-faktor internal. Disamping itu, ada pula faktor-faktor eksternal yang menyebabkan khilafah abbasiyah lemah dan akhirnya hancur, pertama, perang salib yang berangsur beberapa gelombang atau periode dan menelan banyak korban. Kedua, serangan tentara mongol ke wilayah kekuasaan islam. Sebagaimana telah disebutka, orang-orang Kristen Eropa terpanggil untuk ikut berperang setelah Paus Urbanus II (1088-1099 M) mengeluarkan fatwanya. Perang salib itu juga membakar semangat perlawanan orang-orang Kristen yang berada di daerah kekuasaan islam. Namun, di antara komunitas-komunitas Kristen timur, hanya Armenia dan maronit Libanon yang tertarik dengan perang salib dan melibatkan diri dalam tentara salib itu.
            Pengaruh salib juga terlihat juga dalam penyerbuan tentara Mongol. Disebutkan bahwa Hulagu Khan, Panglima tentara mongol sangat membenci Islam karena ia banyak dipengaruhi oleh orang-orang budha dan Kristen Nestorian. Gereja-gereja Kristen berasosiasi dengan orang-orang mongol yang anti islam itu dan diperkeras di kantong kantong ahl al-kitab. Tentara mongol, setelah menghancurleburkan pusat-pusat islam, ikuti memperbaiki Yerussalem.




















BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
            Kekuasaan Bani Abbasiyah berakhir pada awal periode kelima. Berikut ini merupakan sebab-sebab kemunduran pemerintahan Bani Abbasiyah yaitu sebagai berikut :
1.      Persaingan antar bangsa
2.      Kemerosotan ekonomi
3.      Konflik keagamaan
4.      Ancaman dari luar

B. Saran
            Berdasarkan uraian diatas penulis dapat memberikan saran-saran sebagai berikut :
1.      Bagi para pendidik dan tenaga kependidikan hendaknya lebih memperhatikan mengenai pentingnya sejarah peradaban Islam.
2.      Bagi para peneliti lain dan para pembaca, hendaknya dapat menyusun karya tulis yang berhubungan dengan sejarah peradaban Islam.

Read More.. read more..

Senin, 19 Desember 2011

PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)

         Pendidikan sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang, karena dengan ilmu apapun bisa dilakukan dan dengan ilmu semuanya akan menjadi serba mudah. Mulai dari pendidikan tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK sampai pada jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu jenjang perguruan tinggi.
Bagi kalian yang sudah duduk di kelas XII dan bingung untuk melanjutkan kuliah jangan bingung-bingung karena di daerah Ciamis tepatnya di JL KH. Ahmad Fadlil No. 2 Ciamis juga terdapat perguruan tinggi yang tidak kalah bagusnya dengan perguruan tinggi yang lain.
Institut Agama Islam Darussalam (IAID) merupakan Perguruan Tinggi Agama Islam yang menggabungkan pendidikan akademik dengan pendidikan kepesantrenan, yaitu Pondok Pesantren Darussalam, Pendidikan Tinggi Agama Islam ini lahir pada tanggal 1 Juni 1970. IAID memiliki Fakultas Syariah dengan program studi Ahwal Al-Syakhshiyyah, Fakultas Tarbiyah dengan program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan program Pascasarjana (S2) program studi Pendidikan Islam.
Alamaya Wulansari merupakan salah seorang mahasiswa IAID semester 3-A Fakultas Tarbiyah program studi PGMI. Program studi PGMI mendidik calon guru Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar yang menguasai bidang ilmu sumber bahan ajar MI/SD. Juga mengajarkan mengenai bagaimana cara mendidik para peserta didik yang baik dan benar dengan menggunakan media pembelajaran dan  metode serta berbagai strategi yang sesuai dengan apa yang akan disampaikan pada peserta didik. Mata kuliah yang diambil pada prodi PGMI ini mencakup semua bahan ajar MI/SD. Merupakan suatu kebanggaan bagi mereka yang mempunyai keinginan untuk mendidik siswa MI/SD, Karena menghadapinya bukan suatu hal yang mudah. Berbeda ketika menghadapi siswa SMP dan SMA.


Read More.. read more..

Selasa, 06 Desember 2011

Padamu Ibunda
Masa silam yang terpendam 
disuram matamu
Merantai badai beban waktu
Ku tahu
Kau masih berupaya 
Meniduri hamparan duka
Masa kini yang terukir
di senyum ramahmu              
Mendepani gementar siang gelisah malam
Ku tahu
Kau adalah ladang segala kesabaran
Tegak teguh merimbuni pohon ketabahan
Masa depan yang terpancar
Dinyala dadamu
Ku tahu
Kau tak rela daun-daun harapan
gugur luruh menampar genggaman
Read More.. read more..

Media Pembelajaran Berbasis TIK

A. Media Pembelajaran Berbasis TIK
            Istilah TI ( Teknologi Informasi  ) lahir pada abad ke-20 yang diawali terbentuknya masyarakat informasi. Istilah TI yang menggunakan kata informasi pada dasarnya sangat berkaitan dengan istilah TK ( Teknologi Komunikasi ) yang dikenal lebih dulu. Kita melihat ada komunikasi yang berfungsi menyalurkan informasi, ada pula teknologi yang berfungsi sebagai pengolah informasi dan ada pula teknologi yang berfungsi menyimpan dan mengolah informasi. Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies ( ICT ) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.[1] 
            Menurut Puskur Diknas Indonesia, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
a. Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan   proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi dan pengelolaan informasi.
b. Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke yang lainnya.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer atau pemindahan informasi antar media. 
Menurut Susanto ( 2002 ) informasi merupakan hasil dari pengolahan data namun tidak semua hasil dari pengolahan tersebut dapat menjadi informasi. Jadi pengertian TIK adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk mentransfer data baik itu untuk memperoleh suatu data atau informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.[2]
            Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada hakikatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kenyataan menunjukkan TIK telah membawa perubahan penting dalam perkembangan peradaban dunia terutama ekonomi.
            Dari berbagai peranan TIK salah satunya yaitu dalam bidang pendidikan. Pendidikan yang menggunakan sarana TIK terutama internet biasa disebut e-education. Perkembangan TIK di bidang pendidikan memungkinkan adanya sistem belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan mahasiswa dengan dosennya. Melihat mahasiswa secara online, mengecek keuangan, mengecek jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen. Sistem pendidikan TIK terbukti telah berhasil menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan nilai rata-rata ujian.
1. Manfaat TIK dalam bidang pendidikan antara lain :
a)      Berbagi hasil penelitian.
b)      Konsultasi dengan pakar
c)      Perpustakaan online
d)     Diskusi online
e)      Kelas online
2. Keuntungan pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan bagi pelajar antara lain:
a.       Dapat mengakses informasi-informasi hasil penelitian orang lain
b.      Memperoleh sumber ilmu pengetahuan dengan mudah
c.       Akses ke para ahli lebih mudah karena tidak dibatasi jarak dan waktu
d.      Materi pelajaran dapat disampaikan interaktif dan menarik
e.       Melalui belajar jarak jauh dapat menghemat biaya dan waktu.
3. Keuntungan pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan bagi penyelenggara pendidikan antara lain :
a.       Dapat berbagi hasil penelitian dengan lembaga pendidikan lain
b.      Dapat memberi layanan lebih baik ke peserta didik
c.       Dapat menjangkau peserta didik yang tempatnya sangat jauh
d.      Melalui perpustakaan online, dapat menekan biaya untuk menyediakan buku
e.       Dapat saling berbagi sumber ilmu dengan institusi lain.[3]
Dengan adanya pembelajaran berbasis TIK tersebut, memungkinkan agar peserta didik belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya dalam memahami pengetehuan dan informasi yang ditayangkan. Penggunaan media pembelajaran yang berbasis TIK merupakan hal yang tidak mudah. Dalam menggunakan media tersebut harus memperhatikan beberapa teknik agar media yang dipergunakan itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak menyimpang dari tujuan tersebut, dalam hal ini media yang digunakan adalah komputer dan LCD proyektor.
Penggunaan TIK dalam proses belajar membuat mahasiswa dapat melakukan control terhadap aktifitas belajarnya. Penggunaan TIK dalam lembaga pendidikan jarak jauh memberikan keleluasaan terhadap mahasiswa untuk menentukan kecepatan belajar dan memilih urutan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan. 
Banyak yang telah mengklaim bahwa perangkat komputer multimedia berikut piranti lunaknya sebagai salah satu produk TIK menjanjikan kegiatan yang cukup interaktif dan menyenangkan bagi peserta didik karena alat tersebut tidak hanya mampu menampilkan teks, tapi juga gambar, suara, grafik, animasi, dan rekaman video. Bahkan dengan koneksi di internet, interaksi dapat menjadi nyata yang tentunya membawa pengalaman nyata pula bagi peserta didik. Interaksi lewat internet tersebut dapat bersifat sinkronos atau asinkronos.[4]
Penggunaan Jaringan Komputer untuk Pembelajaran
            Komputer merupakan jenis media yang secara virtual dapat menyediakan respon yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh siswa. Lebih dari itu, computer memiliki kemampuan menyimpan dan memanipulasi informasi sesuai dengan kebutuhan. 
            Multimedia berbasis komputer dapat pula dimanfaatkan sebagai sarana dalam melakukan simulasi untuk melatih keterampilan dan kompetensi tertentu. Misalnya, tampilan multimedia dalam bentuk animasi yang memungkinkan dapat dilakukannya berbagai percobaan tanpa harus berada di laboraturium. Perkembangan teknologi komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network) yang dapat memberi kemungkinan bagi siswa untuk berinteraksi dengan sumber belajar secara luas. Jaringan computer berupa Internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan yang aktual dalam berbagai bidang studi.
            Beberapa bentuk penggunaan komputer sebagai media yang dapat digunakan dalam pembelajaran meliputi :
a. Penggunaan Multimedia Presentasi
Multimedia presentasi digunakan untuk menjelaskan materi-materi yang sifatnya teoritis, digunakan dalam pembelajaran klasikal dengan kelompok besar. Untuk kebutuhan presentasi, multimedia ini cukup efektif sebab dapat menggunakan proyektor yang memiliki jangkauan pancar yang cukup besar. Kelebihan multimedia ini adalah dapat menggabungkan semua unsur media, seperti teks, video, animasi, image, grafik dan sound menjadi satu kesatuan penyajian, sehingga mengakomodasi sesuai dengan modalitas belajar siswa. Program ini dapat mengakomodasi siswa yang memiliki tipe visual, auditif, maupun kinestesis. Saat ini teknologi pada bidang rekayasa computer menggantikan peranan alat presentasi pada masa sebelumnya, seperti slide, OHT, opaque projector, dan lain sebagainya. Berbagai perangkat lunak yang menyertai computer dikembangkan sehingga penampilan presentasi lebih baik dan lebih menarik, misalnya Microsoft Power Point yang dikembangkan oleh Microsoft inc” Corel presentation yang dikembangkan oleh Coral inc”.[5]
b. CD Multimedia Interaktif
CD interaktif dapat digunakan pada berbagai jenjang pendidikan dan berbagai bidang studi. Sifat media ini selain interaktif juga bersifat multimedia terdapat unsur-unsur media secara lengkap yang meliputi sound, animasi, video, teks, dan grafis. Beberapa model multimedia inetraktif diantaranya:
Ø  Model Drill: drills dalam CBI pada dasarnya merupakan salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret melalui penciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya.
Ø  Model Tutorial: model tutorial merupakan program pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan perangkat lunak berupa program computer yang berisi materi pelajaran. Model tutor ini menggunakan CAI. CAI (Computer– Assisted Intruction) Yaitu penggunaan computer secara langsung dengan siswa untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. CAI juga bermacam-macam bentuknya, bisa berbentuk permainan (games), mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian dikonkretkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan.
Ø  Model Simulasi: model simulasi merupakan salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret melalui penciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya.
Ø  Model Games: model game atau model permainan, dikembangkan berdasarkan atas “pembelajaran menyenangkan”, dimana peserta didik akan dihadapkan pada beberapa petunjuk dan aturan permainan.
Kelebihan lain dari CD interaktif adalah siswa dapat belajar secara mandiri, tidak harus tergantung kepada guru atau instruktur. Siswa dapat memulai belajar kapan saja dan dapat mengakhiri sesuai dengan keinginannya.[6]
c. Pemanfaatan Internet
Internet (interconnection and networking) adalah jaringan informasi global yang mulai diluncurkan pertama kali oleh J.C.R. Licklider dari MIT (Massachusetts Institute Technology) pada bulan Agustus 1962.
Pemanfaatan Internet sebagai media pembelajaran mengondisikan siswa untuk belajar secara mandiri. Para siswa dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakaan, museum, database, dan mendapatkan sumber primer tentang berbagai peristiwa sejarah, biografi, rekaman, data statistik. Informasi yang diberikan server-computers itu dapat berasal dari commercial businesses (.com), government services (.gov), nonprofit organization (.org), educational institutions (.edu), atau artistic and cultural groups (.arts).
Siswa dapat berperan sebagai seorang peneliti, menjadi seorang analis, tidak hanya berperan sebagai konsumen informasi saja. Mereka menganalisis informasi yang relevan dengan tujuan pembelajaran. Siswa dan guru tidak perlu hadir secara fisik dikelas (classroom meeting), karena siswa dapat mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran serta ujian dengan cara mengakses jaringan computer yang telah ditetapkan secara online. Siswa juga dapat belajar bekerja sama (collaborative) satu sam lain. Mereka dapat saling berkirim e-mail (electronic mail) untuk mendiskusikan bahan ajar. Kemudian, selain mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru, siswa dapat berkomunikasi dengan teman sekelasnya.
Pemakaian Komputer dalam kegiatan Pembelajaran
Untuk tujuan Kognitif
Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep atiran, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Computer juga dapat menjelaskan konsep tersebut secara sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan, sehingga cocok untuk jegiatan pembelajaran mandiri.
Untuk Tujuan Psikomotor
Dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games dan simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain: simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dan sebagainya.
Untuk Tujuan Afektif
Bila program didesain  secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap atau afektif pun dapat dilakukan dengan media computer.[7]
B. Kreatifitas Siswa
            Media pembelajaran berbasis ICT sangat erat kaitannya dengan kreatifitas anak, dan anak yang mempunyai kreatifitas tentunya anak yang perkembangannya baik dan mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik pula. Mereka tidak ingin mempermasalahkan berlarut-larut dan secepatnya diselesaikan. Siswa yang mempunyai kreatifitas tinggi tentunya akan mampu menyelesaikan permasalahn dengan cepat dan tanggap terhadap permasalahan yang muncul. Sedangkan siswa yang berkreatifitas rendah terlihat kurang menanggapi permasalahan dalam pembelajaran. Siswa yang kurang kreatifitas tidak akan bisa dengan cepat menyelesaikan tugas, dan apabila kesulitan dalam membuat tugas siswa tersebut terlambat reaksinya untuk bertanya kepada orang lain.
            Pemanfaatan media berbasis ICT terkadang diselewengkan oleh beberapa peserta didik. Akan tetapi, hal ini bisa diminimalisir dengan adanya controlling yang optimal baik oleh kalangan pendidik ataupun tenaga kependidikan. Beberapa kasus yang terjadi di berbagai sekolah disebutkan, bahwa terkadang pendidik kurang mengetahui secara mendalam materi yang akan disampaikan dalam pembelajaran dari pada peserta didik. Hal ini dikarenakan akses informasi yang terkadang kurang dimanfaatkan oleh pendidik. Dalam hal ini bisa berdampak pada keefektifan dalam proses pembelajaran, akibatnya peserta didik merasa malas karena materi yang disampaikan sudah diketahui sebelumnya oleh peserta didik. Oleh karena itu, pendidikan berbasis ICT akan sangat bermanfaat sekali dalam proses pembelajaran sehingga mampu untuk meningkatkan kreatifitas peserta didik, memajukan perkembangan IPTEK sehingga baik pendidik maupun peserta didik mampu mendapatkan informasi-informasi yang di inginkan sesuai dengan perkembangan belajarnya masing-masing.












Read More.. read more..